KISAH INSPIRASI PROMOSI Tak Berkategori

Review Menjadi Penanggung Jawab (PJ) Buku Antologi Bersama Joeragan Artikel

By

Hai Sahabat Pena Meriani?

Hari ini saya akan mengulas mengenai Review Menjadi PJ Buku Antologi.

Menjadi seseorang yang mengumpulkan berkas naskah buku dirasakan perlu untuk menggali ilmunya. Tidak hanya mengumpulkan naskah saja tetapi harus pandai-pandai mengelola naskah. Apa saja yang harus diperhatikan dalam mengelola naskah, sebagai salah satu tanggung jawab PJ Buku Antologi? Tentunya saya harus belajar banyak mengenai hal tersebut. Ternyata ada training dari Joeragan Artikel yang dapat memberikan gambaran bagaimana menjadi seorang PJ antologi, apa saja yang harus diperhatikan menjadi PJ. Saya akan memaparkan beberapa hal yang sudah saya peroleh saat mengikuti trainingnya, yaitu sebagai berikut :

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam menjalani tugas dan peran menjadi PJ Buku antologi diantaranya adalah :

  1. Mengedit Naskah. Naskah buku antologi merupakan hasil tulisan dari  beberapa penulis buku yang akan disatukan menjadi sebuah buku. Naskah tersebut wajib dikoordinir oleh seorang pananggung jawab dari karya buku antologi. Naskah yang sampai ke PJ harus dilihat apakah terdapat kalimat yang harus mengalami pengeditan. Naskah yang sudah bagus tata bahasanya atau sesuai standar penulisan, maka tidak akan masuk ke dalam proses edit. Namun, jika naskahnya masih belum sesuai standar wajib diedit terlebih dahulu.
  2. Membuat Daftar Isi. Daftar isi adalah daftar dari beberapa judul yang akan dimuat dalam sebuah buku. Judul tersebut disusun berdasarkan letak halaman yang ada pada buku. Daftar isi memuat judul dan nomor halaman, serta urutan judul terdepan sampai yang terakhir dalam susunan penyimpanan naskah.
  3. Membuat Kata Pengantar. Kata pengantar merupakan uraian singkat dari seorang penulis terhadap lahirnya sebuah buku. Kata pengantar ditulis agar pembaca dapat memahami isi buku secara sepintas terutama tema yang dituangkan dalam isi buku tersebut.
  4. Membuat Urutan Naskah. Membuat suatu urutan naskah sangatlah penting. Naskah-naskah yang terkumpul harus dikelola dengan baik. Isi naskah harus dipahami agar dapat disusun berdasarkan tema yang menarik. Tema yang menarik diusahakan berada di posisi yang paling atas agar penerbit dapat melirik karya  buku antologi yang akan diterbitkan.
  5. Menyantumkan Nama Penulis Pertama. Penulis pertama dalam sebuah buku antologi adalah penulis yang menjadi PJ dalam menyusun naskah serta menjadi editor bagi naskah itu sendiri. Penulis pertama ini yang memiliki ide awal dalam terbitnya sebuah buku. Dengan demikian, nama penulis pertama wajid dikonfirmasi ke penerbit sebagai nama pertama yang dicantumkan di dalam buku.
  6. Mengirimkan Email Ke Penerbit. Naskah yang sudah terkumpul dan sudah tertata dengan baik susunannya maka segera dikirimkan ke penerbit. Pengiriman naskah yang cepat adalah dengan cara mengemail. Namun sebenarnya masih bisa dilakukan dengan melalui Pos, yaitu  mengirimkan naskah berupa Hard Copy. Alangkah baiknya pengiriman naskah memakai cara email agar lebih cepat dan segera ditindaklanjuti oleh penerbit.
  7. Membuka Kounikasi Dengan Penerbit di Badan Email. Badan email dalam mengirimkan naskah diharapkan jangan kosong. Pakailah kata salam dan atau kata-kata dalam membuka komunikasi dengan penerbit sehingga terlihat adanya etika berkomunikasi melalui email.
                              Gambar Hasil nilai A

 

 

 

                 Gambar : Sertifikat Kontributor PJ BUKU ANTOLOGI

Nah, sahabat Pena Meriani, itulah 7 hal yang sudah saya peroleh dalam belajar menjadi PJ antologi. Perlu beberapa hal yang harus dikuasai menjadi seorang PJ. Alhamdulillah puji syukur, dalam training ini pun saya mendapatkan sebuah bukti sebagai kontributor dalam pelatihan menjadi seorang PJ Buku Antologi. Tidak hanya sertifikat, saya pun mendapatkan nilai “A” dalam pelatihan ini. Tetapi saya mesti banyak belajar dan belajar. Belajar itu tidak cukup satu kali dan pengaplikasiannya adalah sebuah pengalaman yang berharga.

Terimakasih JA.

You may also like

Comments (39)
  1. Melina Sekarsari 2 bulan ago

    Hai, Teh Meri. Jadi PJ dalam group antologi itu di bayanganku haruslah orang yang sabar, teliti, sekaligus tegas. Bisa dibayangkan berapa banyak anggota yang ikut belajar dan pasti -meskipun secara online – ada saja yang nggak membaca peraturan dengan seksama, terlambat mengirimkan naskah atau terlalu banyak menuntut ini dan itu.

    Jadi, setelah ini Teh Meri siap jadi PJ dong, ya. Hmmm … Di kelas apa ya kira-kira? 😊😊

    Reply
    • meriani 2 bulan ago

      Ha ha iya mba melina…harus sabar teliti dan tegas….insyalloh siap jadi PJ BUKU ANTOLOGIII atuh…ulah PJ Memasak hi hi

      Reply
  2. dewi apriliana 2 bulan ago

    Kebayang repotnya jadi PJ. Selamat ya mbak sudah sukses ikutan training jadi PJ JA

    Reply
    • meriani 2 bulan ago

      Iya mba, pasti repot, tapi harus sabar…namanya mencari rezekiiii harus bersakit sakit dahulu bersenang kemudian…Terimakasih ya semangatnya

      Reply
  3. dewi apriliana 2 bulan ago

    Selamat ya, mbak sudah sukses ikutan training Joeragan Artikel sebagai Pj. Semoga kedepannya berhasil menggawangi sebuah buku antologi yang kereen

    Reply
    • meriani 2 bulan ago

      Aamiin makasih banyak mba Dewiiii

      Reply
  4. Wiwid Vidiannarti 2 bulan ago

    Waaah … kereeeen. Saya belum pernah jadi PJ di JA, sepertinya seru banget.

    Reply
    • meriani 2 bulan ago

      Seru mba…harus mengulik sekian naskah…di kasih tugas dengan 5 naskah saja sudah puyeng…apalagi kalau naskahnya ratusan….hi hi…tapi seru kok belajarnya

      Reply
  5. Kholifah Hariyani 2 bulan ago

    Seperti namanya, PJ alias penanggung jawab, pasti tidak mudah meski juga tidak terlalu sulit, & sepertinya karya penulis lain yang tergabung dalam 1 antologi sangat menentukan “pekerjaan” seorang PJ apalagi saat edit naskah. Semoga sukses sebagai PJ, Mbak…

    Reply
    • meriani 2 bulan ago

      Iya mba gampang-gampang susah….harus punya ekstra waktu yang banyak…maksih suportnya mba kholifah

      Reply
  6. Juli Dwi Susanti 2 bulan ago

    Selamat semoga bisa terus naik kelas dan menjemput ilmu lebih baik lagi ya mbak

    Reply
  7. Haeriah 2 bulan ago

    Wah, saya baru tahu soal penempatan sebagai penulis pertama. Kemarin, jadi PJ tulisanku malah ada di tengah…

    Reply
    • meriani 2 bulan ago

      Iya mba…itu nama penulis pertama harus dipertimbangkan juga….hi hi

      Reply
  8. Megha 2 bulan ago

    Oalah ternyata seperti ini yah menjadi PJ antologi. Kita sebagai peserta digrup cuma bisanaya ngerempongin nanya2 kapan terbit dan lainnya. Ternyata PJ nya pasti pusing hehe. Selamat yah mba atas pencapaiannya

    Reply
    • Ruhama 2 bulan ago

      Saya juga ikutan. Kita sekelas ya mba.
      Dapat bekal jadi pj antalogi

      Reply
      • meriani 2 bulan ago

        Hai mba Ruhama,…kita sekelas yah…alhamdulillah dapat bekal jadi PJ….semangat yah buat mba ruhama

        Reply
    • meriani 2 bulan ago

      hi hi iya kadang kasihan juga melihat pekerjaannnya…tapi namanya juga tugas sesuai dengan Job desk nya yah…harus sabar dan teliti jadi PJ…dirempongin para penulis bisa jadi hii hii

      Reply
  9. Qoty Intan Zulnida 2 bulan ago

    Wah, ilmunya daging banget nih. Yuk kita bikin buku bareng. #eh

    Reply
  10. lisa lestari 2 bulan ago

    Menjadi PJ itu besar tanggung jawabnya. Yang diurusin banyak juga. Belum anggotanya yo mbak, dengan berbagai karakter. Saya belum berani ambil tanggung jawab menjadi pj.

    Reply
    • meriani 2 bulan ago

      Hi hi saya juga masih belajar mba,…

      Reply
  11. Qoty Intan Zulnida 2 bulan ago

    Wah. ilmunya daging banget mbak. Menjadi PJ ternyata sekaligus merangkap editor yaaaa.
    Banyak juga jobdesknya, gak rumit namun juga gak mudah menjadi seorang PJ. hehehe

    Reply
    • meriani 2 bulan ago

      Iya mba…gampang gampang susah mba Qoty

      Reply
  12. Bety Kristianto 2 bulan ago

    Keren mba, jadi PJ itu nggak gampang kan? aku aja belom berani hehe.. salut sama temen-temen yang bisa jadi PJ dan berhasil dengan baik.

    Reply
  13. Nurdiah 2 bulan ago

    Asiik ya jadi pj, gurih gurih pedes.

    Saya juga belajar ngumpulin naskah teman teman buat bikin buku, ternyata lumayan harus bersabar yaaa

    Reply
    • meriani 2 bulan ago

      He he iya mba ..duh jadi malu…saya menulis ini buat review

      Reply
  14. Sunarti kacaribu 2 bulan ago

    Wah, keren mbak Meri dapat nilai A,
    Saya belum ikut training ini, semoga nanti bisa kesampaian juga ya

    Reply
    • meriani 2 bulan ago

      Aamiin mba…iya mba narti nanti ikutan…siapa tau jadi ladang bisnis

      Reply
  15. Eni Rahayu 2 bulan ago

    masyaallah… keren mbak meri. Barakallah ya ilmunya, ternyata jadi PJ antologi ribet juga ya. Tapi kelihatannya juga menyenangkan

    Reply
  16. Nanik Kristiyaningsih 2 bulan ago

    Senengnya yang sdh dapat nilai A ya mbak.
    Pastinya puas banget.
    Btw banyak point yang harus dilalui seorang PJ dalam mengawal naskah antologi, ya mbak. 😊

    Reply
    • meriani 2 bulan ago

      Nilai nya A…itu nilai kasih sayang dari mentor hi hi masih belajar ko…masih ada yang lebih bagus dari ini

      Reply
  17. sita 2 bulan ago

    wah, udah siap nge-PJ antologi, dong. Saya juga ikut ini mbak, tapi tugas kedua nggak keburu karena barengan dengan dealine lain, moga sukses ya mbak

    Reply
    • meriani 2 bulan ago

      Hi hi iya mba…semoga siap…hi hi aamiin makasih doa nya

      Reply
  18. Damar Aisyah 2 bulan ago

    Hallo Mbak Meri, salam kenal ya. Jujur aja aku belum pernah jadi PJ dan kayaknya memang aku gak sabaran. Jadi selama ini aku selalu salut dengan para PJ, bahkan cenderung manut-manut saja. Btw, selamat atas pencapaiannya ya, sukses terus ke depannya.

    Reply
    • meriani 2 bulan ago

      Salam kenal juga mba…mba damar yang sering juara blog..kerennn deh…terimakasih sudah BW

      Reply
  19. Nyk note 2 bulan ago

    Jadi PJ gak mudah yaa…kudu punya keahlian dan wawasan juga pinter ngedit. Keren mb smg sukses yaa…

    Reply
  20. anita 2 bulan ago

    wah keren sudah jadi PJ mba … 🙂

    Reply

Post A Comment

Your email address will not be published.