KESEHATAN

Mengenal Organ Limpa

By

Pecinta Pena, 6 fungsi dari organ limpa, yang perlu kamu tahu!

 

Hai pecinta Pena!

Kita pasti sudah tidak lagi asing mendengar ucapan seperti organ hati, jantung dan  ginjal, ya, kan?

Tetapi kita masih merasa asing dengan kata limpa. betul, tidak?

Yuk, pecinta Pena, mari kita mengenal limpa!

Gambar 1. Organ Limpa Manusia

Pada gambar 1. kita bisa melihat ada organ limpa, yaitu di sekitar bagian bawah organ hati. Warnanya biru muda.

 

 

Apakah Itu Limpa?

Limpa merupakan organ yang memiliki fungsi yaitu :

1. Pembuatan antibodi. 

Limpa memiliki fungsi sebagai tempat untuk membuat antibodi atau bahan untuk kekebalan tubuh.  Hal ini terkait dengan respon imun (respon kekebalan tubuh) terhadap antigen atau benda asing yang masuk ke dalam tubuh secara intravena. Jika limpa tidak ada oleh karena splenektomi (pengangkatan limpa), maka kekebalan tubuh seseorang akan menurun.

 

2. Penghancuran  sel darah dan fagositosis. 

Sel darah merah yang sudah habis masa hidupnya, maka akan diberihkan dari darah oleh sel fagosit (salah satu nama sel yang fungsinya memakan benda asing). Selain sel darah merah, ternyata sel leukosit dan trombosit juga ikut dibersihkan , jika masa hidupnya telah habis. Fungsinya sebagai fagositosis, limpa ini mampu memusnahkan mikroorganisme seperti bakteri, jamur, protozoa, dan virus yang beredar dalam darah.

 

3. Penyimpan darah.

Penyimpanan sel darah merah dalam limpa hanya berisi 20-60 ml. Bila ada splenomegali (pembengkakan limpa) dapat terjadi penimbunan sel darah merah dalam jumlah yang cukup berarti.  Retikulosit pun banyak didapat didalam limpa. Diduga proses pematangan menjadi sel darah merah yang matang adalah berlangsung di limpa. Trombosit di dalam limpa, terdapat “Pool” trombosit yang senantiasa bertukar secara dinamis dengan trombosit yang bersirkulasi. Jika terjadi splenomegali “pool” trombosit sebagai cadangan trombosit akan bertambah banyak dan mungkin sebagai salah satu penyebab kekurangan trombosit (trombositopenia). Sel darah putih (leukosit) dalam limpa berjumlah lebih kurang setengan dari jumlah sel yang ada dalam limpa. Pada splenomegali dapat terjadi granulositopenia (kekurangan sel granulosit dalam darah). Hal ini disebabkan oleh karena kemungkinan penimbunan granulosit dalam limpa yang membesar.

 

4. Produksi sel darah. 

Pada masa janin, semua jenis sel diproduksi di dalam limpa, terkecuali jika sudah terlahir, maka limpa hanya memproduksi  sel limposit dan sel monosit.

 

5. Pematangan sel darah setelah keluar dari sumsum tulang.  

Setelah darah dikeluarkan dari sumsum tulang, maka pematangan sel darah dilakukan di limpa. Sehingga limpa dikenal sebagai tempat pematangan sel darah.

 

6. Penyimpanan zat besi.

Zat besi yang ada dalam tubuh, akan dilakukan penyimpanan yaitu di dalam limpa, sehingga limpa dikenal sebagai tempat penyimpanan zat besi.

 

Nah, demikianlah pecinta Pena, ada 6 fungsi organ limpa yang perlu kamu ketahui. Semoga bermanfaat ya!

 

 

 

Sumber dari: Kosasih (2008). Tapsiran Hasil Pemeriksaan Laboratorium Klinik. Edisi Kedua, Karisma Publishing Grup. Tangerang.

You may also like

Post A Comment

Your email address will not be published.